NASI UDUK 2958 mdpl
Sarden cap “aji” menjadi pendamping acara “hujan-hujanan di alun-alun surya kencana”ladang eidelweiss.Tepat pukul 10.00 wib alun-alun surya kencana di datangi karyawan PT AHM, yang tergabung dalam organisasi Honda Adventure Team ( HAT ).
…Back to Nature !!!.., itu yang terlintas di otak kami.
Jumat malam, masih harus mencari gear ( perlengkapan mendaki ) salah satu rekan kami yang masih belum lengkap, di tambah belum packing ( mengemas barang ).Langit semakin gelap, angka di jam tangan pun terus berubah. Kami memutuskan tidak ikut team HAT yang sudah berkumpul di AHM Sunter untuk berangkat bareng menuju Gunung Gede 2958 mdpl ( meter dari permukaan laut ).
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ( TNGP) dengan ketinggian 2958 mdpl ( meter dari permukaan laut ), adalah gunung yang cukup terkenal di kalangan penggiat alam bebas. Lokasinya yang terletak di Bogor,Jawa Barat cukup mudah aksesnya, kita bisa memilih rute pendakian. Cibodas adalah rute yang paling sering diguanakan untuk para penggiat alam bebas menuju puncak Gunung Gede Pangrango, Selabintana rute yang jarang di gunakan oleh para penggiat alam bebas, karena lokasi yang cukup jauh karena pos selabintana masuk area wilayah Sukabumi, Cipanas adalah rute yang di pilih HAT menuju puncak Gunung Gede, karena team bisa langsung berkumpul membangun tenda bersama di alun-alun surya kencana untuk beristirahat dan melanjutkan ke puncak Gunung Gede.
Sabtu dini hari tepat 01:00 kami baru berangkat dari timur Jakarta, rencananya kami ingin menyewa mobil menuju Cipanas tapi tidak dapat. Masih di timur Jakarta tiba-tiba seorang bapak tua menawarkan jasanya untuk mengantar kami menggunakan kendaraan TAXI, kami serempak untuk berkata DEAL !!! .Alasan kami menyewa mobil Cuma satu agar kami bisa beristirahat selama perjalanan.
Satu kata untuk Bapak tua yang mengantar kami DAHSYAT !!!, karena kami tiba pukul 02:30 di Cipanas dengan selamat, seperti dalam film TAXI seolah hafal banget dengan rute jalan raya puncak, sang sopir dengan partnernya “ menari” di atas aspal meliuk ke kanan, ke kiri menerobos dinginnya puncak.Gak rugi lah di sopiri oleh “Michael Schumacer “ versi kami.
Adzan Shubuh berkumandang kami menyempatkan untuk “ngedate” sepuluh menit.Kembali bergerak berjalan di medan yang kurang lebih 90 derajat, di tengah perjalanan ada seorang pendaki yang bergerak cepat tiba-tiba memperlambat jalannya saat berada di sekumpulan orang yang sedang beristirahat lalu menawarkan “uduk, nasi uduk a ?”.Lelaki stengah baya itu mencoba mengais rezaki di ketinggian dengan berjualan nasi uduk yang hanya di bawa menggunakan plastic kresek hitam, air mineral 600 ml untuk bekal minum, alas kaki yang sederhana. Tidak seperti kami yang menggunakan yang beralas vibram,essensole,brake system,waterproof.
Alun-alun surya kencana sudah di penuhi ratusan pendaki lain yang berdatangan dari berbagi daerah,cukup ramai pendakian di bulan April karena TNGP baru saja di buka untuk umum.Hujan terus mengguyur alun-alun surya kencana, basah, basah dan basah…semua gear basah.
Misi belum selesai, karena 2958 mdpl Gunung Gede sudah menunggu kami, terjalnya arena menuju puncak Gn Gede tidak melemahkan langkah kami, hamparan alun-alun surya kencana kini dapat kami lihat dari 2958 mdpl di minggu pagi.Sedikit ” view” berbeda di puncak gunung, bocah kecil bersama ayahnya menggelar lapak kecil dengan penuh warna, POP MIE, KOPI,NASI UDUK…, ia mereka mencari rezeki di ketinggian 2958 mdpl.
Cibodas, tujuan kami selanjutnya karena kami turun melewati jalur ini,. Cukup landai dan seru, jalur air panas harus kami lewati perlahan-lahan untuk menuju lokasi wisata air terjun cibeureum yang banyak di kunjungi wisatawan local.Telaga warna masih mampu menampung air seperti biasanya.Pos utama telah kami datangi, artinya perjalanan turun telah selesai. Laporan kepada ranger ( penjaga pos cibodas), bahwa team HAT telah sampai, sampah makanan yang kami bawa turun kembali, di polling di tempat sampah yang berada di area pos utama cibodas.
Senyum itu tidak berubah masih seperti yang lalu, “ mang idi, teh manis hangat 3, indomie rebus 3 pake telor “, pinta kami menutup perjalanan. ( SAP )
Ini Tulisanku… Mana Tulisanmu ?
Senin, 13 Mei 2013
Nasi Uduk 2958 mdpl - by Sahrul Assaf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar